Kiriman Paket dari Luar Negeri, Berapa ya Pajaknya? Simak Ketentuannya

Mulai 30 Januari 2020, perubahan Batas Nilai Pembebasan Bea Masuk diperkecil, dimana semula 75 USD menjadi hanya 3 USD. Banyak masyarakat yang mengkritik peraturan ini karena dinilai ketentuan yang berlaku terlalu merugikan bagi mereka.

Tapi sebenarnya, dibalik itu ada juga keuntungan yang bisa dirasakan masyarakat. Yaitu adanya pembebasan PPh 22.

Dalam artikel ini, saya akan merangkum beberapa intisari dari Peraturan Menteri Keuangan nomor 199 Tahun 2019 tentang Impor Barang kiriman.

Berikut adalah contoh perhitungan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor atas barang kiriman:

Untuk impor Barang Kena Cukai seperti rokok, hasil tembakau dan minuman beralkohol berlaku ketentuan sebagai berikut:

Untuk lebih detailnya, ketentuan barang kiriman terkait tanggung jawab dan pelunasan Bea Masuk dijabarkan pada gambar di bawah ini.

Untuk barang kiriman, dapat dilakukan Ekspor Kembali (re-export), dengan ketentuan:

1. Barang lewat PT Pos Indonesia (penyelenggara pos yang ditunjuk)

barang memenuhi salah satu keadaan seperti:
a. Barang ditolak penerima
b. Penerima tidak ditemukan
c. Barang Kiriman salah kirim
d. Sesuai peraturan sehingga tidak bisa diimpor.
penyelenggara pos mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Bea Cukai setempat disertai alasan dan bukti untuk melakukan re-export.

2. Barang lewat Pengusaha Jasa Titipan (DHL, Fedex, TNT dll) atau PIB dan PIBK lewat PT Pos Indonesia

barang memenuhi salah satu keadaan seperti:
a. Tidak sesuai pesanan
b. Salah kirim
c. Rusak
d. Sesuai peraturan sehingga tidak bisa diimpor.
Importir/pengangkut mengajukan permohonan ke Kepala Kantor, disetujui atau ditolak maksimal dua hari kerja setelah dokumen lengkap dan benar.

Semoga artikel ini membantu.
Jika ada koreksi dan saran, silahkan disampaikan melalui halaman ini.
Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *