Pembebasan Pajak Impor dalam Menghadapi COVID19

Tahukah anda, bahwa pandemi COVID19 ini memberikan setidaknya delapan dampak negatif kepada negara Indonesia, khususnya sektor perekonomian?

Lebih dari 1,5 juta karyawan mengalami putus kerja; Purchasing Manager Index (PMI) berada pada level 45,3; lebih dari 12 ribu penerbangan dibatalkan; ratusan miliar kerugian pada sektor usaha penerbangan; penurunan drastis angka turis; penurunan tingkat okupansi hotel; impor Indonesia pada periode Januari-Maret turun 3,7% year to date; inflasi pada Maret 2020 tercatat sebesar 2,96% year on year. Sumber

Merespon hal tersebut Pemerintah mengeluarkan ketentuan yang dituangkan pada PMK nomor 34 Tahun 2020, yang mengatur tentang fasilitas impor yang diberikan kepada barang-barang yang digunakan untuk penanggulangan COVID19.

Fasilitas apa yang diberikan?

  1.  Pembebasan Bea Masuk dan/atau Cukai
  2. PPn dan PPnBM tidak dipungut
  3. PPh Pasal 22

Siapa yang dapat menerima fasilitas?

  1. Orang Pribadi
  2. Badan Hukum
  3. Non Badan Hukum
  4. Pemerintah Pusat
  5. Pemerintah Daerah

Barang apa yang mendapatkan Fasilitas?

Sesuai dengan lampiran PMK nomor 34 Tahun 2020 yaitu:

  1. Hand sanitizer dan produk yang mengandung Desinfektan
  2. Test kit dan reagent laboratorium
  3. Virus transfer media
  4. Obat dan vitamin
  5. Peralatan medis
  6. Alat pelindung diri (APD)
    Terdapat total 73 barang yang mendapatkan fasilitas ini, untuk detail daftar barang silahkan lihat pada lampiran PMK nomor 34 Tahun 2020.

Barang yang Bisa Mendapat Fasilitas Berasal Darimana Saja?

  1. Luar Negeri
  2. Pusat Logistik Berikat (PLB)
  3. Industri Dalam Negeri 
    (Kawasan Berikat; Gudang Berikat; Free Trade Zone/Kawasan Ekonomi Khusus; Perusahaan Penerima Fasilitas KITE)

Bagaimana cara pengajuannya? (Kirim Paket Atau Barang Penumpang)

Barang yang dikirim melalui jasa pos atau dibawa sendiri oleh orang pribadi, pada dasarnya semua diberikan fasilitas pembebasan.

Yang membedakan adalah dua hal yaitu:

  • Tanpa mengajukan permohonan
    Barang anda nilainya (FOB) tidak melebihi 500 USD sehingga penyelesaian barang dilakukan dengan dokumen Consignment Note (lewat pos) atau Customs Declaration (saat dibawa sendiri) 
  • Dengan mengajukan permohonan, dan sudah disetujui.
    Jika barang anda bernilai (FOB) lebih dari 500 USD, sehingga diselesaikan dengan dokumen Pemberitahuan Impor Barang Khusus (PIBK)
    Syarat Permohonan:
    – Identitas Orang Pribadi
    – Fotokopi NPWP
    – Rincian jumlah dan jenis barang serta perkiraan nilai pabean
    – Uraian tujuan penggunaan

Bagaimana cara pengajuannya? (Impor Umum)

Cara ini berlaku untuk perusahaan yang melakukan Impor Umum, Orang Pribadi yang menggunakan dokumen PIBK, atau Pengeluaran dari Industri Dalam Negeri yang Mendapatkan Fasilitas Kepabeanan.

Itulah rangkuman fasilitas yang bisa kita dapatkan dalam masa pandemi ini. Mari kita manfaatkan untuk membantu Indonesia  menurunkan grafik covid19, sehingga kegiatan impor ekspor dapat kembali seperti semula.

Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *