Mau Redress? Lengkapi Syaratnya Supaya Cepat Clearance

Redress atau re-address adalah proses perubahan data pada Inward Manifes, Outward Manifes atau Initial Manifes (Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut – RKSP). Proses ini dapat disebabkan oleh kesalahan input data atau hal lain yang menyebabkan data pada manifes harus diganti, guna memperlancar proses clearance barang.
Perubahan data yang dimaksud meliputi:
1. Data penerima barang (consignee) – Nama, Alamat, NPWP
2. Data pengirim barang (shipper) – Nama, Alamat, NPWP
3. Jumlah Kemasan
4. Berat Barang
5. Jenis Pos
6. Kelompok Pos
7. Nomor Airwaybill

Jika anda ingin melakukan perubahan data pada manifes, entah karena kesalahan pihak origin atau keadaan force majeure pastikan untuk mengajukan permohonan dengan lengkap. Supaya proses redress tidak berlangsung lama.

Untuk itu, saya akan memberikan daftar kelengkapan dokumen yang sebaiknya dilengkapi untuk memperlancar proses redress.

Pada dasarnya redress ini bersifat unik untuk setiap kasus, sehingga membutuhkan kelengkapan dokumen yang berbeda-beda. Tapi meskipun begitu, ada dua dokumen wajib yang harus anda serahkan ke pihak Bea Cukai apapun jenis redressnya, yaitu

  1. Surat Permohonan
    Pastikan surat permohonan ini diajukan oleh pengangkut, yaitu:
    – Maskapai/Ground Handling untuk perbaikan level Master AWB
    – PJT/NVOCC/Forwarder untuk Perbaikan level Host AWB
  2. Respon Penerimaan Nomor Pendaftaran BC 1.1
    Dokumen ini dapat diperoleh dari modul pengangkut masing-masing.

Untuk dokumen pendukung, akan saya tulis berdasarkan jenis perbaikan datanya sebagai berikut:

  1. Copy AWB Original
  2. Copy AWB Revisi
  3. Surat Pernyataan Bukan Milik dari consignee lama, bermaterai, ditandatangani oleh direksi (jika perusahaan), dilampiri fotocopy identitasnya, disertai dengan alasan redress.
  4. Surat Pernyataan Kepemilikan dari consignee baru, bermaterai, ditandatangani oleh direksi (jika perusahaan), dilampiri fotocopy identitasnya, disertai dengan alasan redress.
  5.  Purchase Order 
  6. Invoice/Kuitansi
  7. Statement Letter dari Pihak Origin/Shipper, menyatakan bahwa barang memang benar dikirim untuk consignee yang dimaksud.
  8. Surat Keterangan Hubungan antara consignee lama dan consignee baru, menerangkan hubungan yang memperkuat alasan untuk perubahan data consignee
  9. Bukti Bayar
Perubahan nama dan alamat consignee (khususnya Inward Manifes) tergolong redress yang berat, sehingga dokumen yang dibutuhkan tidak sedikit. Hal ini disebabkan karena redress ini menyangkut kepemilikan barang.
  1. Copy AWB Original
  2. Copy AWB Revisi
  3. Surat Pernyataan Bukan Milik dari shipper lama, bermaterai, ditandatangani oleh direksi (jika perusahaan), dilampiri fotocopy identitasnya, disertai alasan redress.
  4. Surat Pernyataan Kepemilikan dari shipper baru, bermaterai, ditandatangani oleh direksi (jika perusahaan), dilampiri fotocopy identitasnya, disertai alasan redress.
  5. Bukti Bayar
  6. Purchase Order
  1. Copy original AWB
  2. Copy AWB yang direvisi
  3. Dokumen Pre Alert berupa email atau telex FFM dan FWB
  4. Copy Cargo Manifes
  5. Surat pernyataan bermaterai dari pengangkut
  6. Laporan Hasil Bongkar dan Penimbunan (khusus Inward Manifes)
  7. Laporan Proof of Loading dan sejenisnya (khusus Outward Manifes)
  8. Surat pernyataan atau email dari pihak origin untuk melakukan perubahan data, disertai alasan kesalahan.
  9. Foto Barang
  10. Bukti Timbang Barang (khusus perubahan Berat)

Redress ini termasuk golongan ringan, dan hanya membutuhkan sedikit dokumen pelengkap. Yaitu:

Copy NPWP dari pihak yang bersangkutan.

 

Perhatian

perlu diingat bahwa Surat Permohonan, Surat Keterangan dan Surat Pernyataan harus ditandatangani oleh pihak yang berwenang, dengan menyebutkan jabatan dalam isi surat

Semoga artikel ini bermanfaat.
Dan jika anda memiliki kritik atau saran, dapat disampaikan melalui halaman ini.

Salam,
Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *